Kog Yeye ga ditanya Ma?

Mei 28, 2008

Semalam………..Selasa, 27 Mei 2008, ketika saya baru masuk ke dalam kamar tidur (Jerry, Aurel dan Audrey sudah naik duluan, ketika saya mandi) …. saya bertanya kepada Audrey. ” Dede udah sembuh belum batuknya”, ketika Audrey menggeleng, ada yang menyeletuk,” Mama kog ga tanya Yeye” (sambil muka ditekuk)………. hmmm cicinya protes karena tidak saya tanya, padahal Aurel juga sedang diare……….. oh sayang, bentar dong, mama kan tanya dede dulu……. sekarang tanya Yeye yach, “Sayang sudah sembuh belum sakit perutnya?”………. “udah mama”, Jawab Aurel sambil tersenyum simpul.

Kemarin ketika saya pulang kerja pun, Mbaknya Aurel (Fitri) cerita, kalau siangnya Aurel sambil malas-malasan di tempat tidur, dan mengusap perutnya, Aurel bilang ke mbaknya, ” Mbak Fit, perut yeye sakit, masuk angin nich”…………….. ck…ck….ck, anakku udah bisa bilang masuk angin :(

My first trip with my little family

Mei 19, 2008

Sabtu, 17 Mei 2008 adalah hari bersejarah bagi saya. Sejak aku memiliki 2 orang bidadari kecil, saya tidak pernah berani untuk melakukan perjalanan jauh walaupun hanya dalam kota. Hari Jumat pagi, dalam mobil saya membicarakan rencana saya untuk mengajak anak-anak jalan-jalan ke Kebun Raya Bogor besok hari, tapi Jerry memberikan ide, lebih baik tidak ke Kebun Raya Bogor tapi ke Ragunan saja. Akhirnya kami berdua sepakat besok akan jalan-jalan ke Ragunan. Lalu pembicaraan beralih ke bekal dan perlengkapan apa yang sebaiknya dibawa, tapi tiba-tiba…………… ciiiittt, mobil depan berhenti, mobil kami juga berhenti mendadak, bersamaan dengan itu…………….dugg…. mobil kami ditabrak keras dari belakang, jadilah tabrakan beruntun, 4 mobil termasuk mobil kami.

hmmm…. setelah menyelesaikan semua urusan mobil dan tabrakan tersebut, akhirnya kami memutuskan untuk tetap pergi.

Malam hari, seperti biasa ketika Audrey sudah susah tidur, saya sedang merayu,

“Dede, besok kan mau jalan-jalan, mau lihat ular ga?”

Aurel ikutan nimbrung “Jangan Dede, ular itu ada racunnya, nanti digigit, lidahnya kayak gini nich …(sambil melipat lidahnya dan menjulurkan lidahnya)

Besok pagi ketika semua sudah siap …kami berangkat……..tidak disangka ternyata jalanan macet, dede mulai rewel padahal Ragunan masih jauh……. Audrey mau pipis tapi tidak mau pipis di plastik, tidak mau dipakaikan pampers, akhirnya mobil terpaksa berhenti di tepi jalan dan Audrey pipis di tepi jalan………. agak was-was sich, masih kebawa kepercayaan yang dlu kecil disampaikan oleh orang tua saya, bahwa tidak boleh pipis sembarang, kalau “ada yang tersinggung” bisa berabe, tapi saya berdoa untuk audrey semoga semuanya tidak terjadi seperti itu

Ketika aku sakit

Mei 14, 2008

Senin, tgl 12 Mei 2008 aku pulang kerja dalam keadaan demam, panas dingin. Setelah makan malam aku mandi dan ganti baju tidur, biasanya aku pakai baby doll tapi malam ini aku pakai piyama panjang baik baju maupun celananya karena ujung kaki dan tanganku dingin. Sebenarnya baju yang ini baju favorit Aurel, aku sering diminta pakai baju ini, tapi karena panjang aku malas pakenya. Dan benar saja, ketika Aurel lihat aku, dia langsung komentar “mama, mama pake baju ini keren dech, tiap hari aja pake baju ini, Yeye suka sekali” :) ……….. seneng baunget dapat dua pujian malam ini. Sebelumnya ketika makan malam, Aurel nimbrung makan lagi (padahal dia udah makan)……… “masakan mama hari ini enak sekali, ma kasih mama, ” papa, papa musti belajar masak masakan ini sama mama yach biar papa juga pintar” …….. AHA, siapa yang mengajarkan anakku bicara demikian, ternyata tidak, itu ungkapan hatinya sendiri.

Hari Selasa tgl 13 Mei 2008 aku ga masuk kerja, sakit aku belum sembuh juga. Pagi-pagi seperti biasa  aku tetap bangun jam 5 untuk masak, kemudian setelah Aurel bangun mandiin Aurel, pakai-in baju, ikatin rambutnya. Cuma biasanya aku sudah rapi duluan sebelum aku dandanin Aurel, hari ini aku belum mandi dan belum ganti baju.

“Mama, masih sakit?”

“iya. sayang, mama hari ini ga anterin Aurel ke sekolah yach, mama masih sakit”

setelah Aurel selesai, aku rebahan, dan sebelum Aurel berangkat, Aurel menyamperin aku lagi, aurel memegang dahiku seperti yang biasa aku lakukan ketika Aurel sakit, “iya mama masih sakit”…. Aurel berangkat yach ma.”

Pulang sekolah, aku masih tiduran dikamar, ketika Aurel kembali menyamperin dan memegang dahiku untuk kesekian kalinya, kemudian dia keluar dari kamarku, mungkin dia pikir tidak mau mengganggu aku………. bahagia rasanya punya anak seperti Aurel :)

Malamnya aku sudah mendingan. Sudah waktunya untuk tidur lagi. Malam ini Audrey agak rewel, sudah mengantuk tapi matanya tidak mau dipejamkan akhirnya rewel, jadinya terpaksa saya mengeluarkan jurus pamungkas.

“Audrey kalau ga mau bobo, nanti ikan hiu-nya naik, aaauum, Audrey dimakan ama ikan hiu”

“Mama, ikan hiu bunyinya bukan aaauuum, kalau aaaauuummm itu Lion mama, kalau Hiu bunyinya  hup” celetuk Aurel

“oh iya, mama salah yach” (malu aku diprotes sama anak umur 3 tahun)

“kalau ular makan, bunyinya siiiss….siiisss….siiiss”

“oh gitu yach, sorry dech sayang mama salah”

“Audrey, kata cece kalau ga mau tidur nanti ikan hiunya huppp”

Sebenarnya ikan hiu itu bukan untuk menakut-nakuti (walaupun akhirnya Audrey juga takut)…. setiap malam menjelang tidur. Kami (saya, Aurel dan Audrey) seolah-olah sedang naik kapal (ranjang adalah kapal kami) dikelilingi oleh bantal guling, jadi siapapun yang turun dari ranjang lagi akan dimakan ikan hiu, karena jika turun itu sudah lautan ceritanya.

Kenapa saya umpamakan ada hiu, karena hiu memang binatang yang perlu ditakuti dan hiu juga memang bisa memangsa manusia, itu saya jelaskan……… dan biasanya saya tidak menggunakan kata-kata “awas, ikan hiu” tapi menggunakan kata-kata ” Dede, Dede lihat ada ikan hiu tidak” dengan kata-kata itu Audrey akan cepat sekali naik ke atas tempat tidur”…. kalau Audrey sudah menampilkan muka ketakutan saya jelaskan. “Audrey, ikan hiu itu besar, kita lagi pura-puranya di laut, dan ikan hiu itu adanya di laut di kamar kita ga ada”………. sepertinya lama-lama jurus pamungkas ini pun akan luluh dan sudah tidak mempan lagi……….. selanjutnya pake cara apa lagi yach :P

Kisah hari minggu

Mei 12, 2008

Minggu, 11 Mei 2008

Kemarin ada kejadian yang tidak saya sangka, berawal dari saya meminta putri pertama saya untuk pipis… dengan menanggis meraung-raung seperti dimarahi Aurel menolak untuk dipipis-in padahal seudah dari sejak jam 9 pagi, saat itu sudah jam 2 siang, Aurel tidak pipis sama sekali.

demikian dialog yang terjadi

“Mama Aurel tidak mau pipis, ga mau”

“Kenapa”

“Pokoknya ga mau pipis”

Dengan meronta sekuat-kuatnya, sampai saya memegangnya kekecangan karena menahannya supaya tidak jatuh, dan akhirnya pun lepas dari pegangan saya dan lari ke arah papanya, minta pembelaan.

“Aurel, hayo pipis nanti perutnya sakit”

“ga mau, Yeye ga mau pipis”

“kalo Yeye ga mau pipis, perutnya sakit mama bawa ke dokter loh, nanti dokternya yang suruh Yeye pipis”

“Yeye ga mau pipis, Yeye ga mau pipis disini juga ga mau pipis di dokter”

“hayo, mama gendong pipisnya” akhirnya saya paksa juga, gendong untuk pipisin ke sekian kalinya.

” Aurel pipis dulu, nanti kita ambil mainan di atas yach”

(sambil terisak) ” iya, ambil semua mainan yang di atas”

“ya udah, semua mainan yang aurel mau, tapi pipis dulu’

“mama aja yang maen, mama maen aja di tangga”

“di tangga apanya yang bisa dimainin, sayang”

“mama naek turun aja trus mama lempar-lempar”

“gimana mama bisa lemparin tangga”

“mama potong tangganya, mama potong ama gunting tapi jangan pake gunting kecil, pake gunting besar saja”

“jangan dong sayang, nanti tangganya rusak”

“yeye ga mau pipis mama”

akhirnya untuk kedua kalinya Aurel bisa melepaskan diri,”langsung saya bilang (agak teriak)… ok kalau aurel ga mau ikutin kata mama, ga papa, aurel ga mau pipis juga gpp, tapi kalau aurel minta apa-apa mama juga berhak untuk ga ikutin yach.”

akhirnya saya diamkan aurel masih dalam keadaan menanggis, untuk memberinya ruang. Papanya yang dari tadi diam, akhirnya turun tangan membujuknya diam, dan Aurel meminta minum susu, dan harus papanya yang buat, dan ketika susunya selesai dibuat, Aurel mau tiduran sambil minum, tapi bantal dan guling dipakai oleh saya, dan Aurel tidak berani memintanya, dia meminta papanya yang ambilkan,  tapi papanya tidak mau, akhirnya dari pada memintanya ke saya, aurel lebih memilih tidur diluar. Sebenarnya saya tidak tega membiarkannya menanggis meraung-raung, hanya karena persoalan pipis, tapi saya takut jika dibiasakan dituruti apa yang dia inginkan akhirnya menanggis menjadi jurus pamungkasnya untuk mengalihkan perintah.

Dan akhirnya Aurel pun tertidur pulas, sebelum dia bangun saya sudah harus pergi melayat di RS. Husada.

Ketika saya pulang, sepertinya aurel sudah melupakan segalanya.

Mie Bangka Special

Mei 5, 2008

Ini resep dari keluarga-ku, tapi ga pake takaran soalnya kalau buat di-rumah semua “by feeling” sich….. fotonya belum ada, soalnya belum buat.

MIE BANGKA

Taburan ayam:

 

ayam+Udang (sedikit) cincang

Bawang putih

Msg (jika perlu)

Garam

Merica

Kecap asin Bangka

 

Tumis bawang putih (jangan sampai kuning), masukan cincangan ayam dan udang (supaya tidak mengumpal, aduk dengan air sedikit, sebelum dimasukan dalam wajan), tumis sampai berubah warna, masukan air secukupnya, tambahkan garam, merica dan kecap asin bangka.

 

Kaldu:

 

Tulang ayam

Merica

Garam

Msg (jika perlu)

Minyak bawang putih

 

Lemak ayam + kulit ayam di oseng sampe keluar minyak

Masukan cincangan bawang putih

Bahan Pelengkap

 

Caisim rebus

Taoge rebus (jangan terlalu matang, asal kena air panas

Daun bawang yang kecil (iris halus)

Tong Cai

Jeruk Kunci

Sambal :

 

Asinan Cabe rawit hijau ( cabe rawit dipotong, masukan dalam air yang sudah dimasak dengan garam dan cuka + sedikit gula à lebih baik dibuat 1 hari sebelum dimakan)

 

Cabe rawit merah (gelus) à cabe rawit gelus kasih garam + air

Cara membuat pangsit rebus:

 

Bungkus cincangan ayam yang sudah dibuat di atas (jika mau tambahkan cincangan lemak babi yang sudah digoreng garing) dengan kulit pangsit, rebus dengan air mendidih (jangan sampai kelamaan, nanti hancur) –> 

 

Siapkan minyak bawang putih

Tambahkan kecap asin bangka

Masukan pangsit yang sudah direbus

Aduk rata

 

Cara Membuat:

-     Masukan minyak bawang putih + kecap asin dan sedikit kuah ayam cincang dalam mangkok

-     Aduk mie yang sudah direbus campur dengan sumpit pada bahan yang sudah disiapkan di atas

-     Rapikan mie, tambahkan caisim rebus, taoge rebus dan taburkan ayam cincang

-     Taruh pangsit rebus yang sudah dicampur dan baso yang sudah di-rebus, taburkan tong cai (jika suka), dan daun bawang

- Sebelum makan peresin jeruk kunci di atas mie, aduk tambahkan sambal

- hmmmm…..hmmmm mak nyus

 

Banyak hal …..

Mei 2, 2008

Semalam ada kejadian lucu yang membuat aku tertawa terbahak-bahak padahal sudah malam loh, sudah jam 10 lewat. Si kecil Audrey ku membuat ulah. Audrey tuch paling ga bisa dilarang, makin dilarang malah makin dia pengen. Di dalam kamar selalu tersedia ember untuk pipis (maklum kamar mandinya ada di bawah), 1 botol air (untuk bilas) dan tempat sampah. Audrey paling suka kalau papa-nya sudah marah karena dia angkat-angkat ember yang notabene sudah berisikan pipis dan air bilas… bayangkan kalau tumpah jadi kerjaan kan malam-malam musti pel lantai….. karena sudah berkali-kali-kali ga bisa dilarang akhirnya ember dikeluarin lah sama papanya … karena sudah tidak ada ember, tempat sampah sekarang yang jadi incaran, isi tempat sampah (tisue) dilongok dan tempat sampahnya kali ini yang jadi sasaran untuk diangkat…. n papa nya beraksi lagi, tempat sampah dikeluarkan dari kamar, …. nah sekarang tanpa memberikan waktu selagi papanya keluarin tempat sampah…. air yang dibotol yang dijadikan sasaran empuk… botolnya diangkat lagi… dan papanya sekali lagi keluarin botol dari dalam kamar… sekarang sudah tidak ada lagi yang bisa diangkat, apalagi setelah itu kamar digelapin semua, yang kelihatan hanya bintang dan bulan serta planet fosfor di atap, Audrey terdiam tidak berkutik, karena saking gelapnya ga bisa kemana-mana, akhirnya saya angkat ke tempat tidur. Tidak lama berselang cicinya Aurel yang protes (karena tidak suka gelap), “Papa, lampunya dinyalain aja” akhirnya lampu redup dinyalakan, karena sudah ada sinar sedikit, Audrey mulai beraksi lagi, dengan cepat dia mau turun lagi dari ranjang, trus saya bilang aja, “Audrey nanti papa matiin lampu lagi loh” Audrey mengerti dan tidak jadi beranjak, setiap Audrey sudah bergerak saya ulangi kata-kata saya, sampai akhirnya Audrey tertidur lelap….. hmmm, sudah lama saya tidak tertawa ngakak :)

Sabtu, 26 April 2008

Sabtu kemarin, di-sekolah Aurel ada acara kartini-an. Aurel diharuskan menggunakan pakaian daerah. Aurel memilih menggunakan pakaian daerah Makasar yaitu pakaian bodo. Lucu … dengan badan yang agak montok dan baju yang gombrang, Aurel beraksi di atas panggung. Saya sudah takut Aurel ngambek kayak waktu fashion show imlek yang lalu, tapi ternyata tidak. Aurel berani beraksi, dia memberi salam, melenggang lenggok, berputar……… walaupun tidak mendapat juara, saya yakin Aurel sudah menambah satu lagi pengalamannya…. dan itu yang terpenting.

Hari pertama aku nge-blog

Mei 2, 2008

asyiikkk…. setelah sekian lama aku pengen punya media buat aku nulis (kayaknya ketinggalan jaman beneeeer) … hari ini kesampaian juga berkat Dhini nich. Ini tulisan pertama aku buat nyoba-nyoba dulu.


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.