Ketika aku sakit

Senin, tgl 12 Mei 2008 aku pulang kerja dalam keadaan demam, panas dingin. Setelah makan malam aku mandi dan ganti baju tidur, biasanya aku pakai baby doll tapi malam ini aku pakai piyama panjang baik baju maupun celananya karena ujung kaki dan tanganku dingin. Sebenarnya baju yang ini baju favorit Aurel, aku sering diminta pakai baju ini, tapi karena panjang aku malas pakenya. Dan benar saja, ketika Aurel lihat aku, dia langsung komentar “mama, mama pake baju ini keren dech, tiap hari aja pake baju ini, Yeye suka sekali” :) ……….. seneng baunget dapat dua pujian malam ini. Sebelumnya ketika makan malam, Aurel nimbrung makan lagi (padahal dia udah makan)……… “masakan mama hari ini enak sekali, ma kasih mama, ” papa, papa musti belajar masak masakan ini sama mama yach biar papa juga pintar” …….. AHA, siapa yang mengajarkan anakku bicara demikian, ternyata tidak, itu ungkapan hatinya sendiri.

Hari Selasa tgl 13 Mei 2008 aku ga masuk kerja, sakit aku belum sembuh juga. Pagi-pagi seperti biasa  aku tetap bangun jam 5 untuk masak, kemudian setelah Aurel bangun mandiin Aurel, pakai-in baju, ikatin rambutnya. Cuma biasanya aku sudah rapi duluan sebelum aku dandanin Aurel, hari ini aku belum mandi dan belum ganti baju.

“Mama, masih sakit?”

“iya. sayang, mama hari ini ga anterin Aurel ke sekolah yach, mama masih sakit”

setelah Aurel selesai, aku rebahan, dan sebelum Aurel berangkat, Aurel menyamperin aku lagi, aurel memegang dahiku seperti yang biasa aku lakukan ketika Aurel sakit, “iya mama masih sakit”…. Aurel berangkat yach ma.”

Pulang sekolah, aku masih tiduran dikamar, ketika Aurel kembali menyamperin dan memegang dahiku untuk kesekian kalinya, kemudian dia keluar dari kamarku, mungkin dia pikir tidak mau mengganggu aku………. bahagia rasanya punya anak seperti Aurel :)

Malamnya aku sudah mendingan. Sudah waktunya untuk tidur lagi. Malam ini Audrey agak rewel, sudah mengantuk tapi matanya tidak mau dipejamkan akhirnya rewel, jadinya terpaksa saya mengeluarkan jurus pamungkas.

“Audrey kalau ga mau bobo, nanti ikan hiu-nya naik, aaauum, Audrey dimakan ama ikan hiu”

“Mama, ikan hiu bunyinya bukan aaauuum, kalau aaaauuummm itu Lion mama, kalau Hiu bunyinya  hup” celetuk Aurel

“oh iya, mama salah yach” (malu aku diprotes sama anak umur 3 tahun)

“kalau ular makan, bunyinya siiiss….siiisss….siiiss”

“oh gitu yach, sorry dech sayang mama salah”

“Audrey, kata cece kalau ga mau tidur nanti ikan hiunya huppp”

Sebenarnya ikan hiu itu bukan untuk menakut-nakuti (walaupun akhirnya Audrey juga takut)…. setiap malam menjelang tidur. Kami (saya, Aurel dan Audrey) seolah-olah sedang naik kapal (ranjang adalah kapal kami) dikelilingi oleh bantal guling, jadi siapapun yang turun dari ranjang lagi akan dimakan ikan hiu, karena jika turun itu sudah lautan ceritanya.

Kenapa saya umpamakan ada hiu, karena hiu memang binatang yang perlu ditakuti dan hiu juga memang bisa memangsa manusia, itu saya jelaskan……… dan biasanya saya tidak menggunakan kata-kata “awas, ikan hiu” tapi menggunakan kata-kata ” Dede, Dede lihat ada ikan hiu tidak” dengan kata-kata itu Audrey akan cepat sekali naik ke atas tempat tidur”…. kalau Audrey sudah menampilkan muka ketakutan saya jelaskan. “Audrey, ikan hiu itu besar, kita lagi pura-puranya di laut, dan ikan hiu itu adanya di laut di kamar kita ga ada”………. sepertinya lama-lama jurus pamungkas ini pun akan luluh dan sudah tidak mempan lagi……….. selanjutnya pake cara apa lagi yach :P

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.